Pernahkah kalian mengerjakan tugas kodingan, lalu saat ada error, kalian tidak bisa mengembalikannya ke kondisi semula? Akhirnya, kalian mulai membuat banyak folder backup dengan nama yang ajaib:
-
Tugas_Web_V1 -
Tugas_Web_Revisi -
Tugas_Web_Final -
Tugas_Web_Final_Banget_Fix_Jangan_Dihapus
Mencari versi kode yang benar di tumpukan folder itu sama susahnya dengan mencari jarum di tumpukan jerami. Nah, di dunia Web Development profesional, cara manual seperti ini sudah lama ditinggalkan. Mari berkenalan dengan Git dan GitHub!
1. Git = Mesin Waktu untuk Kode Kalian Git adalah sebuah sistem pengontrol versi (Version Control System). Anggap saja Git ini seperti mesin waktu atau tombol Undo super canggih. Setiap kali kalian selesai membuat fitur baru (misalnya selesai membuat halaman Login), kalian bisa menyimpannya menggunakan Git. Jika keesokan harinya kalian mengotak-atik kode dan website-nya tiba-tiba hancur total (error putih se-layar), kalian tidak perlu panik. Dengan satu perintah Git, kode kalian akan kembali persis ke kondisi sehat di hari sebelumnya.
2. GitHub = Google Drive Khusus Programmer Kalau Git adalah program yang berjalan di laptop kalian, maka GitHub adalah tempat penyimpanan online-nya (seperti Google Drive, tapi khusus untuk kode).
-
Kolaborasi: Kalau kalian mengerjakan tugas kelompok, tidak perlu lagi saling kirim file kodingan lewat WhatsApp atau Flashdisk. Semua orang bisa mengunggah dan menggabungkan kodenya langsung di GitHub.
-
Portofolio: Di dunia IT, ijazah saja tidak cukup. Perusahaan akan melihat profil GitHub kalian untuk menilai sejauh mana kemampuan koding kalian.
Kesimpulan Mulai sekarang, biasakan diri kalian menggunakan Git. Menguasai Git dan GitHub adalah syarat mutlak jika kalian ingin lulus S1 dan langsung dilirik oleh perusahaan teknologi. Berhenti mengandalkan folder "Final_Banget", dan mulailah menggunakan Version Control!