Bagi siapa saja yang ingin menyelami dunia Back-End Web Development, ada satu bahasa pemrograman yang wajib masuk dalam daftar yang dipelajari: PHP. Sejak awal kemunculannya hingga era modern saat ini, PHP tetap menjadi tulang punggung dari jutaan website di seluruh dunia, termasuk platform raksasa seperti WordPress, Wikipedia, hingga framework populer seperti CodeIgniter dan Laravel.
Mari kita pelajari materi PHP dasar secara bertahap, mulai dari konsep paling awal hingga contoh penerapannya dalam kode.
1. Mengenal Apa Itu PHP
PHP adalah singkatan dari Hypertext Preprocessor. Ini adalah bahasa pemrograman berbasis server-side scripting.
-
Server-Side Artinya: Semua kode PHP yang ditulis tidak dieksekusi di browser pengunjung (seperti Google Chrome atau Mozilla Firefox), melainkan dijalankan dan diproses di dalam komputer Server (Hosting).
-
Hasil Akhirnya: Setelah server selesai memproses kode PHP tersebut, server hanya akan mengirimkan hasilnya dalam bentuk HTML biasa ke browser pengguna. Itulah mengapa pengunjung tidak akan pernah bisa melihat kode asli PHP kita saat mereka mengeklik "View Page Source" di web.
2. Aturan Dasar Penulisan (Sintaks) PHP
Untuk menulis kode PHP, kita harus membungkus kode tersebut di dalam tag khusus, yaitu: <?php dan diakhiri dengan ?>.
Selain itu, setiap akhir baris perintah di PHP wajib ditutup dengan tanda titik koma (;). Jika lupa, server akan langsung mogok dan menampilkan pesan syntax error.
Untuk menampilkan teks ke layar, kita menggunakan perintah echo.
Contoh Kode Sederhana:
<?php
echo "Halo Dunia! Ini adalah kode PHP pertama saya.";
?>
3. Menggunakan Variabel di PHP
Dalam pemrograman, variabel adalah sebuah wadah atau tempat penyimpanan sementara di dalam memori komputer untuk menampung suatu data atau nilai. Di PHP, pembuatan variabel memiliki aturan yang unik dan sangat fleksibel:
-
Setiap nama variabel wajib diawali dengan simbol dollar (
$). -
Nama variabel bersifat case-sensitive (membedakan huruf besar dan kecil). Variabel
$namadan$Namaadalah dua wadah yang berbeda. -
Nama variabel tidak boleh diawali dengan angka atau mengandung spasi.
Contoh Kode:
<?php
// Membuat variabel
$nama_depan = "Budi";
$umur = 20;
// Menampilkan isi variabel ke layar
echo "Nama saya adalah " . $nama_depan . " dan saya berusia " . $umur . " tahun.";
?>
(Catatan: Tanda titik . pada kode di atas digunakan sebagai konkatenasi, yaitu alat untuk menyambung teks biasa dengan isi variabel).
4. Mengenal Tipe Data Dasar
Setiap nilai yang kita masukkan ke dalam variabel memiliki "tipe" yang berbeda-beda. PHP secara otomatis akan mendeteksi tipe data tersebut tanpa perlu kita deklarasikan secara manual (fitur ini disebut loosely typed language).
Berikut adalah 4 tipe data dasar yang paling sering digunakan:
-
String: Tipe data yang berisi teks atau karakter. Wajib dibungkus dengan tanda kutip (
""atau'').
$produk = "Laptop Asus";
- Integer: Tipe data berupa angka bulat (tidak ada koma).
$stok = 15;
- Float / Double: Tipe data berupa angka pecahan atau desimal (menggunakan titik, bukan koma).
$ipk = 3.75;
- Boolean: Tipe data logika yang hanya memiliki dua kemungkinan nilai:
true(benar) ataufalse(salah). Biasanya digunakan untuk pengkondisian fitur.
$isLoggedIn = true;
5. Melakukan Operasi Aritmatika (Matematika Dasar)
PHP juga bisa bertindak sebagai kalkulator otomatis menggunakan operator aritmatika standar seperti Penjumlahan (+), Pengurangan (-), Perkalian (*), dan Pembagian (/).
Contoh Kode:
<?php
$harga_buku = 50000;
$jumlah_beli = 3;
// Proses Matematika
$total_bayar = $harga_buku * $jumlah_beli;
echo "Total yang harus dibayar untuk " . $jumlah_beli . " buku adalah: Rp " . $total_bayar;
?>
6. Studi Kasus: Menggabungkan PHP dengan HTML
Hebatnya PHP adalah ia bisa disisipkan secara fleksibel di dalam struktur HTML. Mari kita satukan semua materi di atas ke dalam sebuah skenario halaman web sederhana:
<!DOCTYPE html>
<html lang="id">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<title>Belajar PHP Dasar</title>
</head>
<body>
<?php
// Deklarasi Data
$nama_mahasiswa = "Andi Wijaya";
$nilai_tugas = 85;
$nilai_uts = 75;
// Menghitung nilai rata-rata
$nilai_akhir = ($nilai_tugas + $nilai_uts) / 2;
?>
<h1>Laporan Hasil Belajar</h1>
<p>Selamat Datang, <strong><?= $nama_mahasiswa; ?></strong>!</p>
<table border="1" cellpadding="5">
<tr>
<th>Komponen</th>
<th>Nilai</th>
</tr>
<tr>
<td>Nilai Tugas</td>
<td><?= $nilai_tugas; ?></td>
</tr>
<tr>
<td>Nilai UTS</td>
<td><?= $nilai_uts; ?></td>
</tr>
<tr style="background-color: #f2f2f2;">
<td><strong>Nilai Akhir</strong></td>
<td><strong><?= $nilai_akhir; ?></strong></td>
</tr>
</table>
</body>
</html>
(Tips Tambahan: Kode <?= $variabel; ?> adalah bentuk singkat atau shortcut dari <?php echo $variabel; ?> yang sangat berguna untuk menghemat waktu pengetikan saat menyisipkan teks di dalam HTML).
Kesimpulan
Belajar PHP dasar sebenarnya sangat menyenangkan karena logikanya sangat dekat dengan keseharian kita. Menguasai konsep dasar seperti aturan sintaks, cara kerja variabel, pemilihan tipe data, dan kalkulasi dasar adalah modal paling berharga sebelum melangkah ke tingkat yang lebih menantang seperti percabangan (if-else), perulangan (looping), hingga manipulasi data menggunakan database MySQL.
Teruslah mencoba menulis kode sendiri, buatlah variasi variabel baru, dan lihat bagaimana server memproses logika yang Anda bangun!